Rasulullah SAW bersabda, yang artinya jika bermimpi dengan mimpi yang baik, maka ceritakanlah. Tetapi kalau mimpi buruk hendaknya diam saja, tidak menceritakannya kepada orang lain.
Akan tetapi jika bermimpi bertemu dengan Allah, jelas bahwa itu adalah mimpi yang terbaik, yang dialami oleh seorang anak manusia. Padahal Abu Bakar Asy-Syibli mengalaminya. Ia mengalami mimpi yang amat menakjubkan. Dimana dalam mimpinya, seakan-akan ia telah mati lalu dibangkitkan oleh Allah. Kemudian ia ditanya oleh Allah, "Hai Abu Bakar Asy-Syibli! Tahukah engkau kenapa Aku mengampunimu?" Ia menjawab, "Karena amal shalihku!"
Allah lantas berfirman, "Bukan karena itu!" Abu Bakar Asy-Syibli berkata, "Karena keikhlasan ibadahku!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!" Ia berkata, "Karena ibadah hajiku, puasaku, dan shalatku!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!' Ia berkata, "Barangkali karena hijrahku kepada orang-orang shalih dengan menuntut ilmu!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!" Kemudian Abu Bakar Asy-Syibli, " Wahai Tuhanku, lantas karena apa?"
Maka Allah berfirman, "Ingatkah engkau, ketika engkau berjalan di jalanan Kota Baghdad, lalu engkau menemukan anak kucing yang hampir mati karena kedinginan, kemudian engkau mengambilnya, karena merasa kasihan, dan meletakannya di atas tungku (agar tetap hangat) demi menjaganya dari kematian!"
Mendengar penjelasan tersebut, Abu Bakar Asy-Syibli berkata, "Oh ya, aku ingat."
Allah lalu berfirman, "Karena kasih sayangmu kepada kucing itulah Aku menyayangimu."
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U. N., Penerbit Lintas Media, Jombang