Translate

Jumat, 12 Juni 2020

Mimpi Orang Alim: Anak Kecilnya Berambut Putih

Dalam kitab 'Al-Kaba'ir' dikisahkan mengenai sebuah keluarga muslim yang taat. Laki-laki kepala rumah tangga dalam rumah itu termasuk orang alim di desanya. Suatu ketika ia bercerita, "Aku pernah ditinggal mati oleh anakku yang masih kecil. Setelah berjalan beberapa tahun lamanya aku bermimpi tentang dia. Dalam mimpiku aku melihat anakku yang ketika meninggal itu masih kecil, terlihat rambutnya telah penuh dengan uban. Padahal ketika meninggal dunia dahulu, rambutnya hitam legam. Maka akupun bertanya kepadanya, 'Wahai anakku, aku menguburmu masih kecil dan rambutmu berwarna hitam pekat. Namun kini aku melihatmu telah beuban!'
'Lantas anakku menjawab, 'Wahai ayahku! Ketika engkau menguburku, engkau tidak mengetahui bahwa setelah itu ada peminum khamr (minuman keras) yang meninggal dunia lalu dikuburkan di sebelahku. Ketika jenazahnya diletakkan di kuburan, tiba-tiba ada api neraka jahannam yang bersuara keras lagi menyala-nyala. Tidak ada satupun para ahli kubur yang masih kecil, kecuali akan berubah warna rambutnya karena mendengarnya'."

diambil dari Cahaya Mimpi Sufi oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Senin, 06 April 2020

Mimpi Ulama Tabi'in: Kesabaran Membuahkan Kebahagiaan

Terkadang seseorang meremehkan bacaan-bacaan kalimat thayibah. Disangkanya kalimat-kalimat thayibah adalah kalimat biasa yang pengucapannya menurut kadar dan peristiwa tertentu. Padahal, kalimat thayibah mengandung rahasia yang menakjubkan di dalamnya.
Dikisahkan, seorang ulama di zaman tabi'in ada yang bermimpi bertemu dengan ulama besar yang telah lama meninggal dunia yaitu Sofyan Ats-Tsaury. Lalu ulama itu bertanya, "Bagaimana pendapatmu tentang mati?" Jawab Sofyan, "Untuk mati, maka jangan ditanya tentang sakitnya ketika tercabutnya ruh!" Lalu ulama itu bertanya lagi, "Apakah amal perbuatan yang kamu jumpai, yang paling bermanfaat?"
Jawab Sofyan, "Setiap amal shalih akan bermanfaat. Akan tetapi aku selamat dari hisab lantaran selalu membaca INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI'UN dan aku bersabar ketika anakku meninggal dunia. Lantas Allah SWT berfirman, 'Apakah kamu lupa ketika Aku mengambil buah hatimu, padahal waktu itu kamu selalu membaca Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un dan kamu juga memuji kepada-Ku. Sekarang pergilah! Sungguh Aku telah mengampuni dosamu serta kesalahanmu, aku lipatgandakan kebaikan-kebaikanmu dan Aku angkat derajatmu'."

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Mimpi Abul Abbas Ahmad bin Ya'qub: Penyesalan Sahabat

Sebagian orang saleh yang salaf, berpendapat bahwa menikah hanya akan mengganggu hubungan kemesraannya dengan Allah Azza Wajalla. Bukan bermaksud untuk meremehkan sunnah Rasulullah SAW, beberapa orang salaf di antaranya membela-belakan dirinya untuk tidak menikah, padahal mereka adalah manusia normal dengan libido tinggi. Mereka mengesampingkan urusan duniawi termasuk pernikahan, untuk mengejar keuntungan akhirat melalui ketekunannya mengkhususkan penghambaan dirinya kepada Allah.
Kasus membujangnya para salafus shalih ini, sempat meresahkan hati seorang hamba yang amat taat beribadah, bahkan dia termasuk seorang sufi yang cukup dikenal di masyarakatnya. Dialah Abul Abbas Ahmad bin Yahya. Karena keresahan akan musnahnya keturunan orang-orang shalih dengan pola hidup mereka yang membujang, hingga terbawa ke dalam mimpi.
Dia menceritakan mimpinya itu sebagai berikut: Bahwa dalam mimpinya itu, dia bertemu dengan salah seorang sahabatnya sesama salafus shalih yang telah lebih dahulu meninggal dunia. Dia bernama Ma'ruf Al-Khurkhi.
Ketika bertemu dengannya, Abul Abbas Ahmad bin Ya'qub bertanya kepada Ma'ruf Al-Khurkhi, "Apa yang diperlakukan Allah kepadamu?"
Dia menjawab, "Allah memperbolehkanku masuk ke dalam surga, hanya saja aku menyesal karena aku meninggal dalam keadaan belum kawin!"

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Jumat, 27 Maret 2020

Mimpi Ahmad bin Hanbal: Berdialog dengan Tuhan

Mimpinya orang-orang alim adalah bukan sembarang mimpi. Kedekatan mereka dengan Allah lantaran keimanan dan ketakwaannya yang demikian kokoh, menjadikan terkadang mereka mengalami mimpi yang sungguh menakjubkan, yang mungkin seumur hidup takkan dialami oleh orang-orang awam. Sebagaimana mimpi yang dialami oleh Ahmad bin Hanbal, seorang ulama besar ahli fikih.
Al-Yafi'i bercerita, "Sesungguhnya Ahmad bin Hanbal pernah berkata, 'Aku bermimpi bertemu dengan Tuhan Yang Maha Mulia. Aku lantas bertanya kepada Tuhan, 'Wahai Tuhanku! Dengan amal perbuatan apa orang-orang yang dekat dengan-Mu dalam melakukan pendekatan pada-Mu?' Lalu Tuhan berfirman, 'Dengan membaca firman-firman-Ku!' Kemudian Ahmad bin Hanbal berkata, 'Baik mengerti atau tidak?' Firman Tuhan, 'Baik mengerti atau tidak'."

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Kamis, 26 Maret 2020

Mimpi Orang Sufi: Bertemu dengan Rabb-nya

Andaikata orang itu adalah orang awam seperti kita, maka tidak akan ada yang percaya jika kita mengatakan bahwa kita baru saja bermimpi bertemu dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahkan mungkin akan dianggapnya sebagai orang gila.
Namun jika yang bermimpi adalah orang-orang yang sangat dekat dengan Tuhan, maka tidak mustahil akan mengalaminya.
Sebagaimana yang dialami oleh tokoh sufi yang tidak terdeteksi namanya.
Dia berkata, "Aku pernah bermimpi bertemu dengan Allah Yang Maha Mulia maka aku mendengar Ia berfirman, 'Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, sesungguhnya Aku muliakan tempat Sulaiman At-Taimi, karena ia mengerjakan shalat bagi-Ku pada pagi hari dengan wudhu Isya' selama 40 tahun!'
'Orang sufi tadi selanjutnya berkata, 'Memang dalam aliran (madzhab) Sulaiman At-Taimi, bahwa tidur apabila sampai bisa melupakan hati dari mengingat Allah, niscaya bisa membatalkan wudhu'.

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Mimpi Murid Al-Ghazali: Tubuh Berbalut Api

Al-Ghazali adalah seorang tokoh sufi kenamaan. Ia mempunyai seorang murid yang memiliki pengalaman menarik tentang mimpinya. Murid Al-Ghazali itu pernah bermimpi, bertemu dengan salah seorang temannya yang telah meninggal dunia. Namun yang ia lihat dalam mimpinya itu sungguh mengerikan. Ia menyaksikan dalam mimpinya seluruh tubuh temannya yang meninggal itu diselimuti api yang menyala-nyala. Lalu ia bertanya kepadanya, "Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu?" Jawab temannya, "Pada suatu hari aku pernah tidak mandi jinabat. Sekarang aku diselimuti api yang mengurungku sehingga aku tidak bisa keluar dari lingkungan api tersebut!" Demikianlah cerita Al-Ghazali mengenai pengalaman salah satu muridnya.

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Mimpi Syekh Asy-Syibli: Didatangi Ruh Tetangganya

Apa saja bisa diimpikan oleh manusia sewaktu dia tidur. Termasuk mimpi bertemu dengan ruh orang yang telah meninggal dunia.
Peristiwa ini pernah pula dialami oleh Syekh Asy-Syibli. Ia bermimpi bertemu dengan tetangganya yang sudah meninggal. Dalam mimpinya ia berkata, "Aku pernah mengalami beberapa persoalan besar yang menakutkan, yaitu bumi di sekitarku ini serasa berguncang ketika dua malaikat mengajukan pertanyaan padaku. Aku berkata dalam hatiku, 'Mengapa kekacauan ini datang kepadaku? Apakah aku mati dalam keadaan fakir?' Akhirnya aku dipanggil, dan dikatakan kepadaku, 'Semua ini terjadi padamu lantaran kamu mengabaikan kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orang yang sibuk dengan keduniaan!' Ketika dua malaikat itu mau mendekati aku, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berwajah amat tampan, berbau harum,. Dialah yang mengajari aku menjawab pertanyaan dua malaikat itu, yang akhirnya aku ingat dan bisa menjawabnya. Selanjutnya aku berkata, 'Siapakah Tuan ini?' Dia menjawab, 'Aku adalah orang yang diciptakan lantaran kamu sering membaca shalawat dan aku diperintahkan untuk membelamu di waktu kamu dalam menghadapi kesulitan'."

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Mimpi Orang Alim: Hisab Seorang Pedagang

Seseorang yang di kampungnya disebut sebagai orang alim, menceritakan perihal mimpinya kepada salah seorang temannya. Katanya, "Aku bermimpi berjumpa dengan seorang pedagang kaya raya yang telah meninggal dunia. Aku bertanya kepada mereka, 'Engkau adalah seorang pedagang yang berhasil. Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu?' Diapun menjawab pertanyaanku, 'Dibentangkan di hadapanku 50.000 masalah!' Tanyaku lagi, 'Apakah 50.000 masalah itu semuanya menyangkut perbuatan dosa?' Jawabnya, 'Tidak, melainkan semuanya menyangkut masalah mu'amalah transaksi jual beli dengan sesama manusia selama hidup di dunia. Masing-masing orang mempunyai lembaran tersendiri yang menyangkut transaksi jual beli denganku mulai dari awal aku melakukan jual beli sampai akhir hayatku'."

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Mimpi Imam Ghazali: Meninggal Dunia, Wajah Berubah Aneh

Tidak semua mimpi harus dianggap sebagai bunga tidur belaka. Lihatlah siapa yang mengalami mimpi tersebut. Jika yang bermimpi orang biasa, bolehlah kita tidak menganggapnya. Akan tetapi jika yang bermimpi adalah seorang syeikh hujatul Islam yang mempunyai karomah tinggi seperti Syeikh Al-Ghazali?
Orang-orang yang dekat dengan Allah SWT seperti Imam Al-Ghazali seringkali menjadi jalan petunjuk, termasuk lewat mimpi-mimpinya.
Demikian pula yang disebutkan dalam kitab Irsyadul 'Ibad, bahwa Imam Al-Ghazali pernah bermimpi.
Dalam mimpinya itu, ia bertemu dengan orang yang telah meninggal dunia dengan rupa yang agak-agak aneh. Kemudian Imam Al-Ghazali bertanya kepadanya, "Bagaimanakah keadaanmu?"
Kemudian orang yang telah meninggal itu menjawab, "Beginilah keadaanku. Aku pernah melakukan shalat tanpa berwudhu. Sekarang di dalam kuburku ini, aku dihadang oleh serigala yang menakutkan sekali, dan keadaankupun menjadi semakin bertambah buruk."
Setelah itu Imam Al-Ghazali terbangun dengan perasaan takut, namun ia cepat menguasai perasaan takutnya.

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U. N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Mimpi Abu Bakar Asy- Syibli: Amaliyahnya Dipertanyakan

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya jika bermimpi dengan mimpi yang baik, maka ceritakanlah. Tetapi kalau mimpi buruk hendaknya diam saja, tidak menceritakannya kepada orang lain.
Akan tetapi jika bermimpi bertemu dengan Allah, jelas bahwa itu adalah mimpi yang terbaik, yang dialami oleh seorang anak manusia. Padahal Abu Bakar Asy-Syibli mengalaminya. Ia mengalami mimpi yang amat menakjubkan. Dimana dalam mimpinya, seakan-akan ia telah mati lalu dibangkitkan oleh Allah. Kemudian ia ditanya oleh Allah, "Hai Abu Bakar Asy-Syibli! Tahukah engkau kenapa Aku mengampunimu?" Ia menjawab, "Karena amal shalihku!"
Allah lantas berfirman, "Bukan karena itu!" Abu Bakar Asy-Syibli berkata, "Karena keikhlasan ibadahku!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!" Ia berkata, "Karena ibadah hajiku, puasaku, dan shalatku!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!' Ia berkata, "Barangkali karena hijrahku kepada orang-orang shalih dengan menuntut ilmu!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!" Kemudian Abu Bakar Asy-Syibli, " Wahai Tuhanku, lantas karena apa?"
Maka Allah berfirman, "Ingatkah engkau, ketika engkau berjalan di jalanan Kota Baghdad, lalu engkau menemukan anak kucing yang hampir mati karena kedinginan, kemudian engkau mengambilnya, karena merasa kasihan, dan meletakannya di atas tungku (agar tetap hangat) demi menjaganya dari kematian!"
Mendengar penjelasan tersebut, Abu Bakar Asy-Syibli berkata, "Oh ya, aku ingat."
Allah lalu berfirman, "Karena kasih sayangmu kepada kucing itulah Aku menyayangimu."

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U. N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Entri yang Diunggulkan

Mimpi Abu Bakar Asy- Syibli: Amaliyahnya Dipertanyakan

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya jika bermimpi dengan mimpi yang baik, maka ceritakanlah. Tetapi kalau mimpi buruk hendaknya diam saja,...

Postingan Populer