Translate

Senin, 06 April 2020

Mimpi Abul Abbas Ahmad bin Ya'qub: Penyesalan Sahabat

Sebagian orang saleh yang salaf, berpendapat bahwa menikah hanya akan mengganggu hubungan kemesraannya dengan Allah Azza Wajalla. Bukan bermaksud untuk meremehkan sunnah Rasulullah SAW, beberapa orang salaf di antaranya membela-belakan dirinya untuk tidak menikah, padahal mereka adalah manusia normal dengan libido tinggi. Mereka mengesampingkan urusan duniawi termasuk pernikahan, untuk mengejar keuntungan akhirat melalui ketekunannya mengkhususkan penghambaan dirinya kepada Allah.
Kasus membujangnya para salafus shalih ini, sempat meresahkan hati seorang hamba yang amat taat beribadah, bahkan dia termasuk seorang sufi yang cukup dikenal di masyarakatnya. Dialah Abul Abbas Ahmad bin Yahya. Karena keresahan akan musnahnya keturunan orang-orang shalih dengan pola hidup mereka yang membujang, hingga terbawa ke dalam mimpi.
Dia menceritakan mimpinya itu sebagai berikut: Bahwa dalam mimpinya itu, dia bertemu dengan salah seorang sahabatnya sesama salafus shalih yang telah lebih dahulu meninggal dunia. Dia bernama Ma'ruf Al-Khurkhi.
Ketika bertemu dengannya, Abul Abbas Ahmad bin Ya'qub bertanya kepada Ma'ruf Al-Khurkhi, "Apa yang diperlakukan Allah kepadamu?"
Dia menjawab, "Allah memperbolehkanku masuk ke dalam surga, hanya saja aku menyesal karena aku meninggal dalam keadaan belum kawin!"

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Mimpi Abu Bakar Asy- Syibli: Amaliyahnya Dipertanyakan

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya jika bermimpi dengan mimpi yang baik, maka ceritakanlah. Tetapi kalau mimpi buruk hendaknya diam saja,...

Postingan Populer