Translate

Senin, 06 April 2020

Mimpi Ulama Tabi'in: Kesabaran Membuahkan Kebahagiaan

Terkadang seseorang meremehkan bacaan-bacaan kalimat thayibah. Disangkanya kalimat-kalimat thayibah adalah kalimat biasa yang pengucapannya menurut kadar dan peristiwa tertentu. Padahal, kalimat thayibah mengandung rahasia yang menakjubkan di dalamnya.
Dikisahkan, seorang ulama di zaman tabi'in ada yang bermimpi bertemu dengan ulama besar yang telah lama meninggal dunia yaitu Sofyan Ats-Tsaury. Lalu ulama itu bertanya, "Bagaimana pendapatmu tentang mati?" Jawab Sofyan, "Untuk mati, maka jangan ditanya tentang sakitnya ketika tercabutnya ruh!" Lalu ulama itu bertanya lagi, "Apakah amal perbuatan yang kamu jumpai, yang paling bermanfaat?"
Jawab Sofyan, "Setiap amal shalih akan bermanfaat. Akan tetapi aku selamat dari hisab lantaran selalu membaca INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI'UN dan aku bersabar ketika anakku meninggal dunia. Lantas Allah SWT berfirman, 'Apakah kamu lupa ketika Aku mengambil buah hatimu, padahal waktu itu kamu selalu membaca Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un dan kamu juga memuji kepada-Ku. Sekarang pergilah! Sungguh Aku telah mengampuni dosamu serta kesalahanmu, aku lipatgandakan kebaikan-kebaikanmu dan Aku angkat derajatmu'."

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Mimpi Abul Abbas Ahmad bin Ya'qub: Penyesalan Sahabat

Sebagian orang saleh yang salaf, berpendapat bahwa menikah hanya akan mengganggu hubungan kemesraannya dengan Allah Azza Wajalla. Bukan bermaksud untuk meremehkan sunnah Rasulullah SAW, beberapa orang salaf di antaranya membela-belakan dirinya untuk tidak menikah, padahal mereka adalah manusia normal dengan libido tinggi. Mereka mengesampingkan urusan duniawi termasuk pernikahan, untuk mengejar keuntungan akhirat melalui ketekunannya mengkhususkan penghambaan dirinya kepada Allah.
Kasus membujangnya para salafus shalih ini, sempat meresahkan hati seorang hamba yang amat taat beribadah, bahkan dia termasuk seorang sufi yang cukup dikenal di masyarakatnya. Dialah Abul Abbas Ahmad bin Yahya. Karena keresahan akan musnahnya keturunan orang-orang shalih dengan pola hidup mereka yang membujang, hingga terbawa ke dalam mimpi.
Dia menceritakan mimpinya itu sebagai berikut: Bahwa dalam mimpinya itu, dia bertemu dengan salah seorang sahabatnya sesama salafus shalih yang telah lebih dahulu meninggal dunia. Dia bernama Ma'ruf Al-Khurkhi.
Ketika bertemu dengannya, Abul Abbas Ahmad bin Ya'qub bertanya kepada Ma'ruf Al-Khurkhi, "Apa yang diperlakukan Allah kepadamu?"
Dia menjawab, "Allah memperbolehkanku masuk ke dalam surga, hanya saja aku menyesal karena aku meninggal dalam keadaan belum kawin!"

diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang

Entri yang Diunggulkan

Mimpi Abu Bakar Asy- Syibli: Amaliyahnya Dipertanyakan

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya jika bermimpi dengan mimpi yang baik, maka ceritakanlah. Tetapi kalau mimpi buruk hendaknya diam saja,...

Postingan Populer