Andaikata orang itu adalah orang awam seperti kita, maka tidak akan ada yang percaya jika kita mengatakan bahwa kita baru saja bermimpi bertemu dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahkan mungkin akan dianggapnya sebagai orang gila.
Namun jika yang bermimpi adalah orang-orang yang sangat dekat dengan Tuhan, maka tidak mustahil akan mengalaminya.
Sebagaimana yang dialami oleh tokoh sufi yang tidak terdeteksi namanya.
Dia berkata, "Aku pernah bermimpi bertemu dengan Allah Yang Maha Mulia maka aku mendengar Ia berfirman, 'Demi Kemuliaan dan Keagungan-Ku, sesungguhnya Aku muliakan tempat Sulaiman At-Taimi, karena ia mengerjakan shalat bagi-Ku pada pagi hari dengan wudhu Isya' selama 40 tahun!'
'Orang sufi tadi selanjutnya berkata, 'Memang dalam aliran (madzhab) Sulaiman At-Taimi, bahwa tidur apabila sampai bisa melupakan hati dari mengingat Allah, niscaya bisa membatalkan wudhu'.
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Translate
Kamis, 26 Maret 2020
Mimpi Murid Al-Ghazali: Tubuh Berbalut Api
Al-Ghazali adalah seorang tokoh sufi kenamaan. Ia mempunyai seorang murid yang memiliki pengalaman menarik tentang mimpinya. Murid Al-Ghazali itu pernah bermimpi, bertemu dengan salah seorang temannya yang telah meninggal dunia. Namun yang ia lihat dalam mimpinya itu sungguh mengerikan. Ia menyaksikan dalam mimpinya seluruh tubuh temannya yang meninggal itu diselimuti api yang menyala-nyala. Lalu ia bertanya kepadanya, "Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu?" Jawab temannya, "Pada suatu hari aku pernah tidak mandi jinabat. Sekarang aku diselimuti api yang mengurungku sehingga aku tidak bisa keluar dari lingkungan api tersebut!" Demikianlah cerita Al-Ghazali mengenai pengalaman salah satu muridnya.
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Mimpi Syekh Asy-Syibli: Didatangi Ruh Tetangganya
Apa saja bisa diimpikan oleh manusia sewaktu dia tidur. Termasuk mimpi bertemu dengan ruh orang yang telah meninggal dunia.
Peristiwa ini pernah pula dialami oleh Syekh Asy-Syibli. Ia bermimpi bertemu dengan tetangganya yang sudah meninggal. Dalam mimpinya ia berkata, "Aku pernah mengalami beberapa persoalan besar yang menakutkan, yaitu bumi di sekitarku ini serasa berguncang ketika dua malaikat mengajukan pertanyaan padaku. Aku berkata dalam hatiku, 'Mengapa kekacauan ini datang kepadaku? Apakah aku mati dalam keadaan fakir?' Akhirnya aku dipanggil, dan dikatakan kepadaku, 'Semua ini terjadi padamu lantaran kamu mengabaikan kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orang yang sibuk dengan keduniaan!' Ketika dua malaikat itu mau mendekati aku, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berwajah amat tampan, berbau harum,. Dialah yang mengajari aku menjawab pertanyaan dua malaikat itu, yang akhirnya aku ingat dan bisa menjawabnya. Selanjutnya aku berkata, 'Siapakah Tuan ini?' Dia menjawab, 'Aku adalah orang yang diciptakan lantaran kamu sering membaca shalawat dan aku diperintahkan untuk membelamu di waktu kamu dalam menghadapi kesulitan'."
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Peristiwa ini pernah pula dialami oleh Syekh Asy-Syibli. Ia bermimpi bertemu dengan tetangganya yang sudah meninggal. Dalam mimpinya ia berkata, "Aku pernah mengalami beberapa persoalan besar yang menakutkan, yaitu bumi di sekitarku ini serasa berguncang ketika dua malaikat mengajukan pertanyaan padaku. Aku berkata dalam hatiku, 'Mengapa kekacauan ini datang kepadaku? Apakah aku mati dalam keadaan fakir?' Akhirnya aku dipanggil, dan dikatakan kepadaku, 'Semua ini terjadi padamu lantaran kamu mengabaikan kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orang yang sibuk dengan keduniaan!' Ketika dua malaikat itu mau mendekati aku, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berwajah amat tampan, berbau harum,. Dialah yang mengajari aku menjawab pertanyaan dua malaikat itu, yang akhirnya aku ingat dan bisa menjawabnya. Selanjutnya aku berkata, 'Siapakah Tuan ini?' Dia menjawab, 'Aku adalah orang yang diciptakan lantaran kamu sering membaca shalawat dan aku diperintahkan untuk membelamu di waktu kamu dalam menghadapi kesulitan'."
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Mimpi Orang Alim: Hisab Seorang Pedagang
Seseorang yang di kampungnya disebut sebagai orang alim, menceritakan perihal mimpinya kepada salah seorang temannya. Katanya, "Aku bermimpi berjumpa dengan seorang pedagang kaya raya yang telah meninggal dunia. Aku bertanya kepada mereka, 'Engkau adalah seorang pedagang yang berhasil. Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu?' Diapun menjawab pertanyaanku, 'Dibentangkan di hadapanku 50.000 masalah!' Tanyaku lagi, 'Apakah 50.000 masalah itu semuanya menyangkut perbuatan dosa?' Jawabnya, 'Tidak, melainkan semuanya menyangkut masalah mu'amalah transaksi jual beli dengan sesama manusia selama hidup di dunia. Masing-masing orang mempunyai lembaran tersendiri yang menyangkut transaksi jual beli denganku mulai dari awal aku melakukan jual beli sampai akhir hayatku'."
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U.N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Mimpi Imam Ghazali: Meninggal Dunia, Wajah Berubah Aneh
Tidak semua mimpi harus dianggap sebagai bunga tidur belaka. Lihatlah siapa yang mengalami mimpi tersebut. Jika yang bermimpi orang biasa, bolehlah kita tidak menganggapnya. Akan tetapi jika yang bermimpi adalah seorang syeikh hujatul Islam yang mempunyai karomah tinggi seperti Syeikh Al-Ghazali?
Orang-orang yang dekat dengan Allah SWT seperti Imam Al-Ghazali seringkali menjadi jalan petunjuk, termasuk lewat mimpi-mimpinya.
Demikian pula yang disebutkan dalam kitab Irsyadul 'Ibad, bahwa Imam Al-Ghazali pernah bermimpi.
Dalam mimpinya itu, ia bertemu dengan orang yang telah meninggal dunia dengan rupa yang agak-agak aneh. Kemudian Imam Al-Ghazali bertanya kepadanya, "Bagaimanakah keadaanmu?"
Kemudian orang yang telah meninggal itu menjawab, "Beginilah keadaanku. Aku pernah melakukan shalat tanpa berwudhu. Sekarang di dalam kuburku ini, aku dihadang oleh serigala yang menakutkan sekali, dan keadaankupun menjadi semakin bertambah buruk."
Setelah itu Imam Al-Ghazali terbangun dengan perasaan takut, namun ia cepat menguasai perasaan takutnya.
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U. N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Orang-orang yang dekat dengan Allah SWT seperti Imam Al-Ghazali seringkali menjadi jalan petunjuk, termasuk lewat mimpi-mimpinya.
Demikian pula yang disebutkan dalam kitab Irsyadul 'Ibad, bahwa Imam Al-Ghazali pernah bermimpi.
Dalam mimpinya itu, ia bertemu dengan orang yang telah meninggal dunia dengan rupa yang agak-agak aneh. Kemudian Imam Al-Ghazali bertanya kepadanya, "Bagaimanakah keadaanmu?"
Kemudian orang yang telah meninggal itu menjawab, "Beginilah keadaanku. Aku pernah melakukan shalat tanpa berwudhu. Sekarang di dalam kuburku ini, aku dihadang oleh serigala yang menakutkan sekali, dan keadaankupun menjadi semakin bertambah buruk."
Setelah itu Imam Al-Ghazali terbangun dengan perasaan takut, namun ia cepat menguasai perasaan takutnya.
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U. N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Mimpi Abu Bakar Asy- Syibli: Amaliyahnya Dipertanyakan
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya jika bermimpi dengan mimpi yang baik, maka ceritakanlah. Tetapi kalau mimpi buruk hendaknya diam saja, tidak menceritakannya kepada orang lain.
Akan tetapi jika bermimpi bertemu dengan Allah, jelas bahwa itu adalah mimpi yang terbaik, yang dialami oleh seorang anak manusia. Padahal Abu Bakar Asy-Syibli mengalaminya. Ia mengalami mimpi yang amat menakjubkan. Dimana dalam mimpinya, seakan-akan ia telah mati lalu dibangkitkan oleh Allah. Kemudian ia ditanya oleh Allah, "Hai Abu Bakar Asy-Syibli! Tahukah engkau kenapa Aku mengampunimu?" Ia menjawab, "Karena amal shalihku!"
Allah lantas berfirman, "Bukan karena itu!" Abu Bakar Asy-Syibli berkata, "Karena keikhlasan ibadahku!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!" Ia berkata, "Karena ibadah hajiku, puasaku, dan shalatku!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!' Ia berkata, "Barangkali karena hijrahku kepada orang-orang shalih dengan menuntut ilmu!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!" Kemudian Abu Bakar Asy-Syibli, " Wahai Tuhanku, lantas karena apa?"
Maka Allah berfirman, "Ingatkah engkau, ketika engkau berjalan di jalanan Kota Baghdad, lalu engkau menemukan anak kucing yang hampir mati karena kedinginan, kemudian engkau mengambilnya, karena merasa kasihan, dan meletakannya di atas tungku (agar tetap hangat) demi menjaganya dari kematian!"
Mendengar penjelasan tersebut, Abu Bakar Asy-Syibli berkata, "Oh ya, aku ingat."
Allah lalu berfirman, "Karena kasih sayangmu kepada kucing itulah Aku menyayangimu."
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U. N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Akan tetapi jika bermimpi bertemu dengan Allah, jelas bahwa itu adalah mimpi yang terbaik, yang dialami oleh seorang anak manusia. Padahal Abu Bakar Asy-Syibli mengalaminya. Ia mengalami mimpi yang amat menakjubkan. Dimana dalam mimpinya, seakan-akan ia telah mati lalu dibangkitkan oleh Allah. Kemudian ia ditanya oleh Allah, "Hai Abu Bakar Asy-Syibli! Tahukah engkau kenapa Aku mengampunimu?" Ia menjawab, "Karena amal shalihku!"
Allah lantas berfirman, "Bukan karena itu!" Abu Bakar Asy-Syibli berkata, "Karena keikhlasan ibadahku!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!" Ia berkata, "Karena ibadah hajiku, puasaku, dan shalatku!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!' Ia berkata, "Barangkali karena hijrahku kepada orang-orang shalih dengan menuntut ilmu!" Allah berfirman, "Bukan karena itu!" Kemudian Abu Bakar Asy-Syibli, " Wahai Tuhanku, lantas karena apa?"
Maka Allah berfirman, "Ingatkah engkau, ketika engkau berjalan di jalanan Kota Baghdad, lalu engkau menemukan anak kucing yang hampir mati karena kedinginan, kemudian engkau mengambilnya, karena merasa kasihan, dan meletakannya di atas tungku (agar tetap hangat) demi menjaganya dari kematian!"
Mendengar penjelasan tersebut, Abu Bakar Asy-Syibli berkata, "Oh ya, aku ingat."
Allah lalu berfirman, "Karena kasih sayangmu kepada kucing itulah Aku menyayangimu."
diambil dari CAHAYA MIMPI SUFI oleh Muhammad U. N., Penerbit Lintas Media, Jombang
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri yang Diunggulkan
Mimpi Abu Bakar Asy- Syibli: Amaliyahnya Dipertanyakan
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya jika bermimpi dengan mimpi yang baik, maka ceritakanlah. Tetapi kalau mimpi buruk hendaknya diam saja,...
Postingan Populer
-
Andaikata orang itu adalah orang awam seperti kita, maka tidak akan ada yang percaya jika kita mengatakan bahwa kita baru saja bermimpi bert...
-
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya jika bermimpi dengan mimpi yang baik, maka ceritakanlah. Tetapi kalau mimpi buruk hendaknya diam saja,...
-
Dalam kitab 'Al-Kaba'ir' dikisahkan mengenai sebuah keluarga muslim yang taat. Laki-laki kepala rumah tangga dalam rumah itu ter...
-
Terkadang seseorang meremehkan bacaan-bacaan kalimat thayibah. Disangkanya kalimat-kalimat thayibah adalah kalimat biasa yang pengucapannya ...
-
Sebagian orang saleh yang salaf, berpendapat bahwa menikah hanya akan mengganggu hubungan kemesraannya dengan Allah Azza Wajalla. Bukan berm...
-
Apa saja bisa diimpikan oleh manusia sewaktu dia tidur. Termasuk mimpi bertemu dengan ruh orang yang telah meninggal dunia. Peristiwa ini p...
-
Seseorang yang di kampungnya disebut sebagai orang alim, menceritakan perihal mimpinya kepada salah seorang temannya. Katanya, "Aku ber...
-
Al-Ghazali adalah seorang tokoh sufi kenamaan. Ia mempunyai seorang murid yang memiliki pengalaman menarik tentang mimpinya. Murid Al-Ghazal...
-
Tidak semua mimpi harus dianggap sebagai bunga tidur belaka. Lihatlah siapa yang mengalami mimpi tersebut. Jika yang bermimpi orang biasa, b...
-
Mimpinya orang-orang alim adalah bukan sembarang mimpi. Kedekatan mereka dengan Allah lantaran keimanan dan ketakwaannya yang demikian kokoh...